Cerita Sex Tubuh Mami Menggiurkan

Cerita Mesum Sedara Terbaru, cerita sex sedarah antara mama – Sudah setengah tua mamaku saat ini sekarang dia menghabiskan hidupnya dirumah, hobinya dengan tanaman dan bunga bunga selalu dipagi hari mamaku berada di samping bunga bunga untuk menyiraminya dan sorenya pun sering di lihatnya bunga bunganya, kalau liburan begini, biasanya sepanjang sore kubahiskan waktu untuk memperhatikan Mama.

Terus terang, aku senang sekali mencuri – curi pandang pada gundukan toketnya yang hampir menyembul dari belahan dasternya, pahanya yang sekali-sekali tersingkap kalau Mami menungging, atau vaginanya yang membayang dari celana dalamnya yang jelas terlihat sewaktu Mami berjongkok.

Sewaktu waktu, dengan tak sengaja, Mami membungkuk kearah ku yang lagi asyik duduk di gazebo. Kedua belah toketnya yang tanpa beha hampir seluruhnya keluar dari leher dasternya. Kedua putting toketnya jelas-jelas terlihat.

Cerita Mesum Tubuh Mami Menggiurkan

cerita sex sedarah hot, cerita mesum hot sedarah, cerita dewasa seks terbaru, mesum sama mama, cerita ML sama mama, mama hot, mama binal, mama sange, cerita sex sedarah 2018, cerita ml sedarah, cerita ngesex sedarah, sedarah cerita, cerita hubungan sedarah, cerita sedarah bergambar, cerita ngetot sedarah, cerita 18 sedarah, cerita sedarah keluarga

Mungkin karena gerah, Mami tak mengancingkan hampir separo kancing dasternya. Aku hanya dapat melongo, batang penisku langsung ereksi, kalau nggak cepat cepat aku ngacir, mungkin Mami dapat melihat separo batang penisku yang udah keluar dari pinggang celanaku.

Suatu hari, aku benar benar ketiban rezeki. Nggak sengaja Mami memberikan tontonan yang membuatku terangsang berat. Seperti biasa aku sedang duduk duduk di gazebo, bertelanjang dada seperti biasa, aku hanya memakai blue jeans ketat kegemaranku.

Sambil mengembalikan kesadaranku, maklum habis tidur siang, aku menepejuh Mami di halaman belakang. Sambil ngobrol mengenai acara wisudaku, Mami asyik dengan bunga-bunganya. Entah kenapa, mungkin karena keasyikan ngobrol, Mami nggak sengaja jongkok tepat di depan mataku.

Walaupun sedikit tertutup dengan tumpukan pupuk, dan ranting ranting daun, aku jelas – jelas melihat gundukan vaginanya, mulus tercukur tanpa satu helai rambut. Ya ampun, mungkin Mami lupa memakai celana dalam !!!. Kontan aku jadi terangsang luar biasa.

Saking terpananya, aku nggak peduli lagi sama batang penisku yang udah menerobos keluar, menjulang gagah sampai ke atas pusarku. Aku baru sadar sewaktu Mami terbelalak melihat penisku. Jelas-jelas saja Mami kaget, saking panjangnya,penisku kalo lagi ereksi dapat sampe ke ulu hati.

Dengan wajah merah karena jengah, aku bangkit dan ngacir ke gudang belakang. Di tengah kegelapan ku buka resluiting jensku dan mulai mengocok penisku.

Tiba tiba pintu terbuka, membelakangai sinar matahari sore – Mami berdiri di pintu, tangan kanannya masih memegang sekop kecil. Mami menatap penis raksasaku, dan jembutku yang lebat, kemudian menatap wajahku dan badanku yang kekar. Aku hanya dapat melongo, tanpa berusaha menghentikan kocokan ku.

Ya ampun !”, hanya itu yang keluar dari mulut Mama, entah apa yang dia maksudkan. Ku kocok sekali lagi penisku, membiarkan Mami melihat kedua tanganku yang menggenggam erat pangkal dan ujung penisku yang mulai memerah.

Ku kocok lebih cepat lagi, sementara tangan kananku menarik celana dalamku ke bawah, biar Mami melihat kedua biji penisku yang bergerak ke sana ke sini seirama kocokanku pada batang penisku.

Terpana oleh pemandangan di depan matanya, atau mungkin karena melihat ukuran penisku yang super besar, Mami beranjak masuk sambil menutup pintu gudang di belakangnya. Mami mendekatiku sambil mulai melepas satu persatu kancing dasternya dan kemudian melepaskannya, benar ternyata Mami tak memakai beha.

Kedua bulatan tetek-nya benar- benar membuatku terangsang, walaupun sudah turun namun ukurannya hampir sebesar melon. Minimnya cahaya yang masuk ke gudang membuat kedua pentilnya tak jelas terlihat warnanya. Mungkin coklat kehitaman. Aku hanya dapat berkata lirih , “Oh, Mami, tetek Mami benar-benar hot!!”.

Dengan beberapa langkah, aku kedepan menyongsong Mama, sambil tanganku berusaha menggapai salah satu bulatan toketnya. Sambil berjalan, penisku tegak menjulang di udara. Aku benar – benar terangsang.

Ku peluk pinggang Mama, mulutku terbuka dan lidahku menjulur keluar. Ujung lidahku akhirnya menyentuh pentil susu Mami yang besar dan kecoklatan. Astaga… penisku serasa akan meledak. Tergesa gesa,

Aku mengisap dan meremas teteknya yang lain dengan tanganku. penisku yang terjepit diantara perutku dan perut Mami tiba tiba mengeras lalu… cruttttttt cruttttttt crutttttttttt.. semprotan demi semprotan penisku meledak menyemburkan cairan putih kental membasahi sebagian perut dan tetek Mami.

Tanpa perubahan ekspresi, Mami dengan tenang menggenggam batang penisku dan meremas ujung nya, cairan pejuhku keluar lagi membasahi telapak tangannya. Di sela sela kenikmatan yang kurasakan aku hanya dapat menatap ke bawah, air pejuhku membasahi seluruh tangan dan lengan Mama, beberapa semprotan jatuh ke pangkal paha Mama.

Masih di tengah keremangan gudang, tanpa banyak kata-kata, Mami meraih tanganku dan menggosok-gosokan ke vaginanya. Terasa gatal tanganku sewaktu telapak tanganku bergesekan dengan permukaan vaginanya yang dipenuhi bulu-bulu pendek.

Seumur hidupku baru kali inilah akud dapat melihat vagina Mami dari dekat. Belum ada lima menit, aku keluar lagi, kali ini air pejuhku menyemprot tepat di permukaan vaginanya.

Kali ini Mami memandangku sambil tersenyum. Aku jadi salah tingkah.

Walaupun sudah dua kali aku keluar, batang penisku masih keras, bahkan semakin keras saja, agak sakit jadinya. Mami semakin membuatku terangsang dengan belaian-belaian tanganku pada vagina dan kedua buah toketnya.

Aku membungkuk ke depan dan mulai mengulum tetek Mami sementara tanganku yang lain meremas remas tetek yang lain. Membelai dan memencet pentilnya yang mengeras. Kedua tangan Mami menggenggam batang penisku dan aku mendorong ke vaginanya

Di tengah desisan-nya Mami melenguh ketika ujung penisku menyentuh vaginanya. Di tariknya tanganku ke dalam. Mami kemudian duduk di bibir bak mandi dan kemudian mengangkang-kan pahanya. Ku himpitkan badanku ke tubuh Mama, wajahku ku susupkan dicelah kedua bukit toketnya.

Ku hisap yang satu.. kemudian yang lain. Tangan Mami lagi lagi mencengkram batang penisku dan kemudian mendorongnya masuk ke dalam vaginanya.

Kurasakan hangat dan basah, dan kemudian kudorong dengan pinggulku, hampir setengahnya, kemudian kurasakan sudah tak dapat masuk lagi.

Sshh…egh..!” Mami mendesis.

Aku mulai memompa penisku keluar dan masuk, mulutku tetap mengulum kedua teteknya bergantian. Semakin lama semakin cepat aku memompa, dan kemudian terasa aku akan keluar lagi.

Mami mulai ikut memompa, menyambut tusukkan-ku. Menggelinjang dan mengerang. Tak berapa lama kemudian Mami mengerang agak keras, dan aku dapat merasakan badannya tergetar sewaktu ia berteriak tertahan.

Batang penisku kemudian menjadi semakin basah saat cairan hangat dan kental keluar dari vaginanya.

Aku masih terus bertahan memompa, dan kemudian, sewaktu aku merasa akan keluar, kudekap pantat Mami erat-erat dan ku benamkan batang penisku sedalam dalamnya. penisku kemudian meledak, semprotan demi semprotan air pejuh keluar, jauh didalam vagina Mama.

Separuh orgasme, kutarik keluar dan kukocok, air pejuh keluar lagi membasahi tetek Mama. Kugosok – gosokkan ujung penisku di kedua pentil nya yang membesar. Kemudian kutekan kedua bulatan toket Mami dan menyusupkan batang penisku di celah antara keduanya. Kugosok gosok kan terus sampai air pejuhku berhenti keluar.

Mami tersenyum, dagu, leher dan dada Mami penuh dengan air pejuhku. Entah berapa banyak air pejuh yang kusemprotkan waktu itu. Pada semprotan yang terakhir, aku melenguh keras. Takut kalau ada yang mendengar..Mami mendekap kepalaku di dadanya.

Setelah itu kukenakan blue jeansku, sambil tersenyum malu aku keluar dari gudang itu. Sewaktu menutup pintu kulihat Mami mengguyur tubuhnya dan mulai menyabuni pangkal pahanya. Sungguh sexy dan aku terangsang lagi. “

Mandi berdua dengan Mami ? Wow !” pikirku. Aku masuk lagi ke dalam. Mami melihatku mengunci pintu dan tersenyum kearahku penuh arti.