Tante Amira Kehausan Belaian

Cerita Sex Tante Terbaru, Cerita Mesum Tante Sange – Kisah dewasa ini terjadi beberapa bulan yang lalu, dan ini merupakan pengalamanku yang pertama juga dengan tante Amira, perkenalkan namaku Dono (bukan pelawak DKI) memang orang orang sering memanggilku dengna sebutan dono soalnya ada kemiripan juga agak sedikit tonggos kedepan gigi aku hehehe,,

Aku baru saja menuntaskan skripsiku dan sudah di wisuda di PTS jakarta, Dahulu saat aku masih duduk di bangku SMA, aku memiliki sahabat bermain yang cukup akrab, namanya Dinar. Ia adalah sahabat dekat aku sejak perkenalan pertama kali saat masih duduk di bangku SMP. Karena hubungan kami sangat dekat, maka aku sering bermain ke rumahnya di kawasan Menteng.

Cerita Hot Tante Amira Kehausan Belaian

cerita mesum tante binal, cerita dewasa tante haus sex, cerita sex tante sange, cerita seks terbaru tante, cerita hot tante, cerita xxx tante 2018, cerita tante hot, kisah panas tante jablay, kumpulan cerita tante hot, tante seksi, tante cantik

cerita mesum tante binal, cerita dewasa tante haus sex, cerita sex tante sange, cerita seks terbaru tante, cerita hot tante, cerita xxx tante 2018, cerita tante hot, kisah panas tante jablay, kumpulan cerita tante hot, tante seksi, tante cantik

cerita mesum tante binal, cerita dewasa tante haus sex, cerita sex tante sange, cerita seks terbaru tante, cerita hot tante, cerita xxx tante 2018, cerita tante hot, kisah panas tante jablay, kumpulan cerita tante hot, tante seksi, tante cantik

Hampir setiap minggu pasti aku bermain ke rumahnya, entah untuk mengajaknya pergi atau cuma bermain di rumahnya saja. Karena hubungan kami yang dekat, maka hubungan aku dengan keluarganya cukup dekat pula. Apalagi dengan Tante Amira, yang tak lain adalah ibu kandung Dinar. Perlu anda ketahui, Tante Amira menikah di umur yang sangat muda dengan Om Tatang. Tante Amira melahirkan Dinar saat masih berumur 18 tahun. Selain Dinar, Tante Amira juga memiliki anak lagi yaitu Jeremy yang baru berumur 2 tahun saat itu.

Memang perbedaan umurnya dengan Dinar sangat jauh, apakah mungkin Tante Amira memang ingin memiliki anak lagi ataukah..? Setiap hari Tante Amira cuma di rumah saja, sedangkan Om Tatang-nya adalah seorang karyawan perusahaan asing yang cukup sukses. Pada akhirnya saat baru menginjak SMA tahun ke-2 hubungan aku dan Dinar serta dengan keluarganya putus,saat ternyata mereka sekeluarga harus pindah ke Jerman untuk mengikuti Om Tatang yang mendapat pekerjaan di Jerman.

Tapi kira–kira setahun yang lalu aku mendapat berita bahwa Dinar sedang liburan ke Jakarta. Tentu saja aku senang sekali karena bisa bertemu sahabat lama saya. Saat sudah berada di Jakarta, Dinar menelepon aku dan ia menyuruh aku datang ke apartmentnya di kawasan Kuningan. Dan akhirnya aku pun datang bertemu dengan ia di apartmentnya. Saat datang aku sangat

kaget, karena ternyata Tante Amira sudah tinggal kembali di Jakarta. Tante Amira ternyata tak terlalu betah dengan suasana di Jerman, kira–kira setelah 1 tahun di Jerman ia memutuskan bersama Jeremy untuk kembali ke Jakarta. Sedangkan Om Tatang dan Dinar tetap tinggal di sana. Jeremy sekarang sudah sekolah pada sebuah SD swasta terkenal di kawasan Lippo Karawaci.

Saat bertemu dengan Dinar maupun dengan anggota keluarganya yang lain, aku sangat senang sekali, karena sudah lama sekali aku tak berjumpa dengan mereka semua. Tapi setelah kira–kira 2 minggu berada di Jakarta untuk liburan, akhirnya Dinar harus kembali ke Jerman untuk meneruskan studinya. Tapi setelah 1 minggu Dinar balik ke Jerman, tiba–tiba aku mendapat telepon dari nomor HP yang biasa dipakai Dinar saat ia berada di Jakarta, dan ternyata setelah aku ingat nomor tersebut adalah nomor HP Tante Amira.

“Don.. Tante nih, kamu lagi dimana?” tanya si Tante.

“Aku baru saja habis makan siang tuh sama sahabat aku Tante, ada apa memangnya?” tanyaku kembali.

“Gini.. ada yang aneh sama TV di rumah Tante, kamu bisa tolong kemari tidak?” tanyanya.

“Yah.. bisa deh Tante, cuman kira-kira 2 jam lagi deh yah,” jawab saya.

Akhirnya aku datang juga ke apartmentnya untuk membantunya. Setelah sampaidi apartmentnya alangkah kagetnya saya, ternyata Tante Amira memakai baju yang sangat seksi.

Yah, memang badannya cukup seksi bagiku, karenawalaupun sudah mulai berumur, Tante Amira masih sempat menjaga tubuhnya dengan melakukan senam “BL” seminggu 3 kali. Tubuhnya yang ideal menurut aku memiliki tinggi sekitar 168 cm, dan berat sekitar 48 kg, ditambah ukuran payudaranya kira–kira 36B. Saat aku mengecek TV-nya ternyata memang ada yang rusak.

Waktu aku sedang berusaha mengeceknya tiba–tiba Tante Amira menempel di belakang saya. Mula–mula aku tak menaruh curiga sama sekali mungkin karena ia ingin tahu bagian mana yang rusak, tapi lama–lama saya merasakan ada sesuatu yang menempel di punggung saya, yaitu payudaranya yang montok. Setelah TV berhasil aku benarkan, kami berdua akhirnya duduk di ruang keluarganya sambil menonton acara TV dan berbicara tentang kabar saya.

“Don, kamu masih seperti yang dahulu saja yah?” tanya Tante Amira.

“Agh.. Tante bisa aja deh, emang nggak ada bedanya sama sekali apa?” jawabku.

Iyah tuh.. masih seperti yang dahulu saja, cuman kini pastinya sudah dewasa dong..” tanyanya.

Lalu belum aku menjawab pertanyaannya yang satu itu, tiba–tiba tangan Tante Amira sudah memegang tangan aku duluan, dan tentu saja aku kaget setengah mati.

“Don.. mau kan tolongin Tante?” tanya si Tante dengan manja.

“Loh.. tolongin apalagi nih Tante?” jawabku.

“Tolong memuaskan Tante, Tante kesepian nih..” jawab si Tante.

Astaga, betapa kagetnya aku mendengar kalimat itu keluar dari mulut Tante Amira yang memiliki rambut sebahu dengan warna rambut yang highlight, aku benar–benar tak membayangkan kalau ibu sahabat dekatku sendiri yang meminta seperti itu. Memang tak pernah ada keinginan untuk “bercinta” dengan Tante Amira ini, karena selama ini aku menganggap ia sebagai seorang ibuyang baik dan bertanggung jawab.

Wah.. aku harus memuaskan Tante dengan apa dong?” tanyaku sambil bercanda.

Yah.. kamu pikir sendiri dong, kan kamu sudah dewasa kan..” jawabnya.

Lalu akhirnya aku terbawa nafsu setan juga, dan mulailah memberanikan diri untuk memeluknya dan kami mulai berciuman di ruang keluarganya. Dimulai dengan mencium bibirnya yang tipis, dan tanganku mulai meremas–remas payudaranya yang masih montok itu.

Tante Amira juga tak mau kalah, ia langsung meremas–remas alat kelaminku dengan keras. Mungkin karena selama ini tak ada pria yang dapat memuaskan nafsu seksnya yang ternyata sangat besar ini, apalagi setelah kepulangannya dari Jerman.

Akhirnya setelah hampir selama setengah jam kami berdua bercumbu seperti di atas, Tante Amira menarik aku ke kamar tidurnya. Sesampainya di kamar tidurnya ia langsung melucuti semua baju saya, pertama–tama ia melepas kemeja aku kancing perkancing sambil menciumi dada saya.

Bukan main nafsunya si Tante, pikirku. Dan akhirnya sampailah pada bagian celana. Betapa nafsunya dia
ingin melepaskan celana Levi’s saya. Dan akhirnya ia dapat melihat betapa tegangnya batang kemaluan saya.

“Wah.. Don, gede juga nih punya kamu..” kata si Tante sambil bercanda.

“Masa sih Tante.. perasaan biasa–biasa saja deh,”jawabku. Dalam keadaan aku berdiri dan Tante Amira yang sudah jongkok di depan saya, ia langsung menurunkan celana dalam aku dan dengan cepatnya ia memasukkan batang kemaluan aku ke dalam mulutnya.

Aghh, nikmat sekali rasanya. Karena baru pertama kali ini aku merasakan oral seks. Setelah ia puas melakukan oral dengan kemaluan saya, kemudian aku mulai memberanikan diri untuk bereaksi.

Kini gantian aku yang ingin memuaskan si Tante. Aku membuka bajunya dan kemudian aku melepaskan celana panjangnya. Setelah melihat keadaan si Tante dalam keadaan tanpa baju itu, tiba–tiba libido seks aku menjadi semakin besar.

Aku langsung menciumi payudaranya sambil meremas–remas, sementara itu Tante Amira terlihat senangnya bukan main. Lalu aku membuka BH hitamnya, dan mulailah aku menggigit–gigit putingnya yang sudah mengeras.

Oghh.. aku merindukan suasana seperti ini Don..” desahnya.

Tante, aku belum pernah gituan loh, tolong ajarin aku yah?” kataku.

Karena aku sudah bernafsu sekali, akhirnya aku mendorong Tante jatuh ke ranjangnya. Dan kemudian aku membuka celana dalamnya yang berwarna hitam.

Terlihat jelas klitorisnya sudah memerah dan liang kemaluannya sudah basahsekali di antara bulu–bulu halusnya. Lalu aku mulai menjilat–jilat kemaluan si Tante dengan pelan–pelan.

“Ogh.. Don, pintar sekali yah kamu merangsang Tante..” dengan suara yang mendesah.

“Wah.. natural tuh Tante, padahal aku belum pernah sampai sejauh ini loh..” jawabku.

Tak terasa, tahu–tahu rambutku dijambaknya dan tiba–tiba tubuh tante mengejang dan aku merasakan ada cairan yang membanjiri kemaluannya, wah.. ternyata ia orgasme! Memang berbau aneh sih, cuma berhubung sudah dilanda nafsu, bau seperti apapun tentunya sudah tak menjadi masalah.

Setelah itu kami merubah posisi menjadi 69, posisi ini baru pertama kalinyaaku rasakan, dan nikmatnya benar–benar luar biasa.

Mulut Tante menjilati kemaluan aku yang sudah mulai basah dan begitupun mulut aku yang menjilat-jilat liang kemaluannya. Setelah kami puas melakukan oral seks, akhirnya Tante Amira kini meminta aku untuk memasukan batang kemaluan aku ke dalam lubang kemaluannya.

Don.. ayoo dong, kini masukin yah, Tante sudah tak tahan nih,” minta si Tante.

Wah.. aku takut kalo Tante hamil gimana..” tanyaku.

Nggak usah takut deh, Tante minum obat kok, pokoknya kamu tenang–tenang aja deh,” sambil berusaha meyakinkanku.

Benar–benar nafsu setan sudah mempengaruhi saya, dan akhirnya aku nekad memasukan kemaluan aku ke dalam lubang kemaluannya.

Oghh, nikmatnya. Walaupun sakitnya juga lumayan. Setelah akhirnya masuk, aku melakukangerakan maju-mundur dengan pelan, karena masih terasa sakit.

“Ahh.. dorong terus dong Don..” minta si Tante dengan suara yang sudah mendesah sekali.

Mendengar desahannya aku menjadi semakin nafsu, dan aku mulai mendorong dengan kencang dan cepat walaupun rasa sakit juga terasa. Akhirnya aku mulai terbiasa dan mulai mendorong dengan cepat.

Sementara itu tangan aku asyik meremas–remas payudaranya, sampai tiba–tiba tubuh Tante Amira mengejang kembali. Astaga, ternyata ia orgasme yang kedua kalinya. Dan kemudian kami berganti posisi, aku di bawah dan ia di atas saya.

Posisi ini adalah idaman aku kalau sedang bersenggama. Dan ternyata posisi pilihan aku ini memang tak salah, benar–benar aku merasakan kenikmatan yang luar biasa dengan posisi ini. Sambil merasakan gerakan naik-turunnya pinggul si Tante, dan tangan aku tetap sibuk meremas payudaranya lagi.

Oh.. oh.. nikmat sekali Donniie..!” teriak si Tante.

Tante.. aku kayaknya sudah mau keluar nih..” kata saya.

Sabar yah Don.. tunggu sebentar lagi dong, Tante juga udah mau keluar laginih..” jawab si Tante.

Akhirnya aku tak kuat menahan lagi, dan keluarlah cairan mani aku di dalam liang kemaluan si Tante, begitu juga dengan si Tante. “Arghh..!”
teriak si Tante Amira. Tante Amira kemudian mencakar pundak aku sementara aku memeluk badannya dengan erat sekali. Sungguh luar biasa rasanya, otot–otot kemaluannya benar–benar meremas batang kemaluanku. Setelah itu kami berdua letih dan langsung tidur saja di atas ranjangnya.

Tanpa disadari setelah 3 jam tertidur, aku akhirnya bangun. Aku memakai baju aku kembali dan menuju ke dapur. Saat di dapur aku melihat Tante Amira dalam keadaan telanjang, mungkin ia sudah biasa seperti itu. Entah kenapa, tiba–tiba kini giliran aku yang nafsu melihat pinggulnya dari belakang.

Tanpa bekata–kata, aku langsung memeluk Tante Amira dari belakang, dan mulai lagi meremas–remas payudaranya dan pantatnya yang bahenol serta menciumi lehernya. Tante pun membalasnya dengan penuh nafsu juga. Tante langsung menciumi bibir saya, dan memeluk aku dengan erat.

Ih.. kamu ternyata nafsuan juga yah anaknya?” kataya sambil tertawa kecil.

Agh Tante bisa aja deh,” jawabku sambil menciumi bibirnya kembali.

Saking nafsunya, aku mengajak untuk sekali lagi bersenggama dengan si Tante, dan si Tante setuju-setuju saja. Tanpa ada perintah dari Tante Amira kali ini aku langsung membuka celana dan baju aku kembali, sehingga kami dalam keadaan telanjang kembali di dapurnya. Karena keadaan tempat
kurang nyaman, maka kami cuma melakukannya dengan gaya doggie style.”Um..

dorong lebih keras lagi dong Don..” desahnya. Semakin nafsu saja aku mendengar desahannya yang menurut aku sangat seksi. Maka semakin keras juga sodokankukepada si Tante, sementara itu tanganku menjamah semua bagian tubuhnya yang dapat aku jangkau.

Don.. mandi yuk?” mintanya.

Boleh deh Tante, berdua yah tapinya, terus Tante mandiin aku yah?” Jawab saya.

Akhirnya kami berdua yang telanjang menuju ke kamar mandi. Di kamar mandi aku mendudukkan Tante Amira di atas wastafel, dan kemudian aku kembali menciumi kemaluannya yang mulai basah kembali. Dan Tante mulai terangsang kembali.

Hm.. nikmat sekali jilatanmu Don.. agghh..” desahnya.

Don.. kamu sering–sering ke sini dong..” katanya dengan nafas memburu.

Tante, kalo tahu ada service begini mah aku setiap hari kalau bisa juga mau,” jawabku sambil tersenyum.
Setelah puas menjilatinya, aku memasukkan batang kemaluan aku kembali ke lubang kemaluan Tante Amira.

Kali ini, dorongan aku sudah semakin kuat, karena rasa sakit aku sudah mulai berkurang ataukah aku sudah mulai terbiasa yah? Bosan dengan gaya tersebut, aku duduk di atas kloset dan Tante Amira aku dudukkan di atas saya, dan batang kemaluan aku kembali dibimbingnya masuk ke dalam lubang kemaluannya.

Kali ini aku sudah mulai tak terlalu merasakan sakit sama sekali, tapi rasa nikmat lebih banyak terasa. Goyangan si Tante yang naik-turun yang makin lama makin cepat membuat akhirnya aku “KO” kembali, aku mengeluarkan air mani ke dalamlubang kemaluannya. Tante Amira kemudian menjilati kemaluan aku yang sudah berlumuran dengan air mani, dihisapnya semua sampai bersih. Setelah itu kami mandi bersama.

Setelah selesai mandi, Tante Amira memasakkan makan malam untuk kami berdua, dan setelah itu aku pamitan untuk balik ke rumah. Setelah kajadian itu aku baru tahu bahwa kesepian seorang Tante dapat membawa nikmat juga kadang–kadang.

Sampai kini kami masih sering bertemu dan melakukan bersetubuhan. Kami biasanya melakukan di apartmetnya di kala anaknya Jeremy sedang sekolah atau les. Dan sering juga Tante mem-booking hotel berbintang dan kami bertemu di kamar. cerita mesum tante binal, cerita dewasa tante haus sex, cerita sex tante sange, cerita seks terbaru tante, cerita hot tante