Kenangan Menjilati Memek Anggrek

Cerita Sex Ini Berjudul “Kenangan Menjilati Memek Anggrek” Cerita Mesum Terbaru, Cerita Ngentot Hot, Cerita Mesum Nyata, Cerita Sex ABG, Cerita Tante Sange, Cerita Pemerkosaan, Cerita Sedarah Panas. Ngrek, kau sayang sama aku ?”
& aku lihat Anggrek mengangguk.

Boleh aku sayang kau juga Ngrek?”
Kali ini Anggrek menatap aku & balik bertanya, “Benar kau juga sayang sama saya? Gimana sama Aan?”

Cerita Sex Kenangan Menjilati Memek Anggrek

cerita lesbi terbaru, cerita satu jenis, cerita sex lesbi, cerita mesum sesama jenis, cerita seks wanita, jilat memek wanita, orgasme klitoris, cerita dewasa terbaru lesbi, hasrat memuaskan pasangan
cerita lesbi terbaru, cerita satu jenis, cerita sex lesbi, cerita mesum sesama jenis, cerita seks wanita, jilat memek wanita, orgasme klitoris, cerita dewasa terbaru lesbi, hasrat memuaskan pasangan

 

cerita lesbi terbaru, cerita satu jenis, cerita sex lesbi, cerita mesum sesama jenis, cerita seks wanita, jilat memek wanita, orgasme klitoris, cerita dewasa terbaru lesbi, hasrat memuaskan pasangan

Aku akan meminta putus sama Aan sebab aku benar-benar sayang sama kau & aku tak bisa membina dua relasi dalam waktu yang bersamaan sekalibahkan sayang aku ke kau berbeda dengan sayang aku ke Aan.”

Tiba-tiba Anggrek mengecup pipi aku & merebahkan kepalanya di dada saya. Mungkin ia bisa mendengarkan debar jantung aku yang mengatakan betapa bahagianya perasaan aku pada pagi hari itu.

Aku membelai rambut Anggrek yang tergerai panjang sebahu. Tangan Anggrek bahkan mulai terasa membelai paha saya. Terus terang, aku menyadari jika aku termasuk type wanita yang memiliki dorongan sexual yang tinggi. Sedikit saja aku diraba, aku akan mememinta lebih dari itu hingga aku bisa menuntaskan kebutuhan sexual saya, tetapi tentunya dengan pacar aku sendiri.

Medapatkan belaian tangan Anggrek di daerah paha saya, segera aku menghadapkan wajah Anggrek menghadap aku & aku cium bibirnya. Aku tahu aku yang pertama untuk Anggrek & ia belum tahu caranya berciuman.

Karenanya aku mencoba untuk merangsangnya dengan membuka mulutnya dengan lidah aku & aku mainkan lidah aku di dalam rongga mulutnya. Aku mengait-ngait lidahnya untuk bisa aku kulum & aku hisap. Oohh.., nikmat sekali rasa lidahnya dalam kuluman lidah saya, & Anggrek mulai terengah-engah dengan sensasi sexual yang baru pertama dialaminya.

Anggrek terlihat mulai kehabisan napas ketika aku mulai mengulum & menghisap lidahnya dengan sangat bernafsu. Tangan aku bahkan tak tinggal diam, tetapi mulai meraba toket Anggrek yang ternyata cukup besar, yaitu 36B & aku sendiri 34A.

Kami memang tak pernah menggunakan BH jika tidur, jadi aku bisa segera merasakan kelembutan toket Anggrek di tangan saya. Nafsu aku untuk mengungkapkan perasaan cinta aku ke Anggrek telah melupakan perasaan aneh sebab memainkan toket wanita lain. Malah sebaliknya, begitu aku memainkan toket Anggrek yang indah itu, nafsu aku makin bertambah untuk memberikan kepuasan pada Anggrek disamping perasaan aku sendiri yang sudah sangat terangsang tentunya.

Anggrek dengan napas terengah-engah mendorong aku pelan untuk menghentikan kuluman aku pada lidahnya.

EDAN kamu, aku hingga kehabisan napas kau ciumin seperti itu.”

Kau ngga suka Ngrek? Kau marah? Jika kau ngga suka, kita ngga usah ngelakuin ini & hal ini ngga akan ngerubah perasaan aku ke kamu.”

Aku memang agak khawatir kalau-jika Anggrek tak menyukai hal ini. Tetapi ternyata aku keliru.

Kau lebih gila lagi jika kau pikir aku ngga suka dengan semua yang kau lakuin ke aku barusan. Aku malah mau bilang untuk jangan pernah berhenti, tetapi aku juga mau kau ajarin aku sebab aku pengen bisa nyenengin kau juga.”

Aku sendiri baru sekali ini ‘making love’ sama perempuan Ngrek, pernah ngebayangin bahkan ngga. Mungkin sebab aku sayang banget sama kau makanya aku bisa ngelakuin ini semua sama kamu. Anggrek, boleh ngga aku senengin kau sekarang ini & kau ngga usah mikirin caranya nyenengin aku juga. Kau nikmatin aja & kau ikutin perasaan kamu. Boleh kan sayang?”

Aku mulai memanggilnya dengan kata ’sayang’ ke Anggrek & ia menyukai panggilan itu yang dipakainya juga untuk memanggil saya. Ia hanya mengangguk sambil melingkarkan sebelah tanganya ke leher aku & aku dekatkan wajah aku ke wajah Anggrek & aku mulai mengecup bibirnya yang sexy & menggemaskan itu kembali. Tetapi kali ini aku kulum dengan perlahan & tangan aku bahkan mulai kembali bergerilya.

Sambil mengulum bibirnya, tangan aku mulai aku selipkan di balik kaos tidurnya & mulai meraba-raba toket Anggrek yang halus terasa di kulit jari-jari saya. Jari-jari aku bahkan mulai memainkan puting susunya yang sudah mengeras & Anggrek mulai mengerang & napasnya makin memburu sebab rangsangan di puting & toketnya.

Aagh.. Sayang..! Suck my nipples, please.. agh.., please..!” erang Anggrek ketika jemari aku dengan lincahnya memainkan puting toketnya.

Mendengar permohonannya, aku berhenti mengecup bibirnya & tangan aku bahkan aku tarik keluar dari balik kaos tidurnya. Lalu aku mulai menarik kaosnya ke atas melalui kepalanya & juga aku tarik celana pendeknya ke bawah beserta dengan celana dalamnya. Sekarang Anggrek sudah bertelanjang bulat di depan aku & aku benar-benar mengagumi badannya yang sintal & tak kurus.

Dengan bergegas Anggrek bahkan mulai ikut melepaskan pakaian tidur aku satu persatu hingga kami berdua sama-sama telanjang tanpa sehelai benang bahkan yang menutupi badan kami. Sebab masih dalam musim dingin kami mulai merasa kedinginan, sekalibahkan badan kami masih di bawah selimut.

Aku merengkuh badan Anggrek & memeluknya dengan erat sehingga kami bisa merasakan kehangatan badan kami satu sama lain. Kami kembali berciuman & puting susu kami saling bergesekan yang memberikan sensasi tersendiri yang membuat kami berdua menjadi lebih terangsang.

Ciuman aku mulai berpindah ke leher Anggrek yang putih & cukup jenjang & juga sangat menggoda libido untuk menciuminya. Aku mulai menciumi & menjilati lehernya yang sexy itu. Tangan aku bahkan mulai kembali menggeranyangi toket Anggrek dengan meraba-raba & meremas daging yang kenyal & hangat itu.

Anggrek mulai kembali terangsang & megerang, terlebih ketika aku mulai memainkan puting susunya dengan memijat & memutar-mutarnya. Putingnya terasa makin mengeras & membengkak di antara jari-jari saya.

Ciuman aku berpindah naik ke daun telinganya yang mulai aku ciumi & aku jilati bagian dalamnya. Begitu lidah aku menyentuh telinga bagian dalamnya, napas Anggrek makin memburu & terengah-engah. Setelah beberapa saat aku mainkan lidah aku di bagian dalam telinganya, aku rasakan badan Anggrek mengejang beberapa saat untuk kemudian melemah.

Aku yakin Anggrek telah mengalami klimaksnya yang pertama, tetapi aku tak berhenti hingga di situ. Aku ingin pagi itu menjadi hari yang tak pernah terlupakan bagi Anggrek.

Lantas ciuman aku berpindah ke arah toketnya. Menciumi toketnya yang kenyal sambil sebelah tangan aku tetap memainkan toketnya & juga putingnya yang sebelah lagi. Anggrek mulai terangsang kembali ketika aku mulai menciumi & menggigit perlahan toketnya yang kenyal itu.

Perlahan-lahan lidah aku mulai aku julurkan & menjilat putingnya yang sudah sangat mengeras. Anggrek menjerit kecil ketika lidah aku menyentuh puting susunya & mulai terengah-engah ketika aku mulai menjilatinya berulang-ulang dengan intens.

Aahh.. Sayang, jangan berhenti. Uugghh.., enak sekali Sayang. Aagh..!”

Mendengar rintihannya, nafsu aku makin besar untuk memberikan kepuasan pada wanita yang sangat aku cintai ini.

Putingnya yang berwarna pink & sudah mengeras mulai aku hisap perlahan & makin lama makin dalam yang membuat Anggrek makin menjerit & terengah-engah serta mengerang tak karuan. Semuanya makin menjadi ketika aku mulai menggigit-gigit putingnya dengan lembut.

Yang aku kira Anggrek akan merasa sakit sebab untuk pertama kalinya puting susunya digigit, ternyata malah sebaliknya. Ia menekan kepala aku lebih dalam ke toketnya & memohon aku untuk menggigit putingnya lebih keras.

Takut ia akan merasa sakit, tangan aku yang sedang bermain dengan toket & putingnya yang sebelah kanan aku arahkan ke selangkangan Anggrek yang aku yakin sudah amat basah dengan maksud untuk menambah rangsangan pada Anggrek.

Dugaan aku benar. Memek Anggrek sudah basah kuyup dengan lendir kewanitaannya yang keluar akibat dari orgasmenya yang pertama & rangsangan-rangsangan yang masih dirasakannya. Aku ingin sekali mencicipi lendir kewanitaan Anggrek, tetapi aku ingin membuat lendir itu lebih banyak lagi.

Jilatan di puting toket Anggrek makin sering aku lakukan bergantian dengan gigitan-gigitan lembut & kasar, & kali ini ditambah dengan jari-jari aku yang menari di antara bibir-bibir memeknya.

Uugh.. sangat lembab & hangat memek Anggrek di jari-jari saya, tetapi juga begitu sensual yang aku rasakan. Jari telunjuk aku menari berputar-putar di sekitar & di depan lubang memek Anggrek yang tak henti-henti mengeluarkan lahar panasnya.

Aku gemas sekali & ingin cepat-cepat turun ke bawah mencicipi lendir kewanitaannya. Tetapi aku juga tahu jika Anggrek ingin mencapai orgasme keduanya & aku tak tega untuk menghentikannya & itu tak mungkin aku lakukan kepada wanita yang aku cintai ini.

Sambil tetap menjilati & menggigit puting susunya secara bergantian, ujung jari telunjuk aku mengambil cairan lendir kewanitaannya untuk kemudian aku taruh di klitorisnya & jari telunjuk itu mulai aku mainkan dengan membuat gerakan melingkar di atas klitoris Anggrek.

Reaksi Anggrek seperti yang sudah aku bayangkan sebelumnya bahwa ia akan menjerit menerima kocokan telunjuk aku di klitorisnya.

Aaghh.. Sayang, apa yang kau lakukan..? Ouughh.., just don’t stop it.. Aacch..!”

Badan Anggrek mulai bergelinjang dengan hebat & permainan lidah aku mulai aku tingkatan menjadi hisapan-hisapan & gigitan yang dalam pada puting toket Anggrek. Anggrek begitu terangsang hingga menarik kepala aku lebih dalam ke toketnya & juga menjepit jari-jari aku yang ada di selangkangannya.

Aacchh.. Sayang..!” Anggrek menjerit panjang sambil menaikkan pantat & pinggulnya bersamaan dengan mengalirnya lahar panas dari memeknya yang turun membasahi jari-jari saya.

Aku tarik jari-jari itu dari selangkangan Anggrek & aku jilat jari telunjuk aku yang basah oleh lendir orgasme Anggrek.

Aku bisikkan kata-kata mesra di telinga Anggrek yang sedang terengah-engah & mencoba mengatur napasnya kembali.

You taste so nice, darling..!” sambil aku ciumi telinga & leher Anggrek.

Beberapa saat kemudian Anggrek menggeliat sebab helaan napas aku di telinganya. Memek aku mulai terasa sensitif, basah & membengkak menahan keinginan aku untuk dicumbu oleh Anggrek. Tetapi aku tahu bahwa Anggrek belum mahir atau mungkin belum tahu caranya.

Tetapi sialnya, Anggrek menjamah memek aku dengan jari-jarinya yang membuat aku sedikit terkejut & mengejang menerima sentuhannya. Anggrek bahkan ternyata kaget mendapati memek aku sudah bengkak & sangat basah.

Sayang, punya kau udah basah banget kaya memek Anggrek. Boleh ngga Anggrek lakuin kaya yang kau lakuin ke Anggrek tadi..? Please..?”

Boleh, asal memang kau juga mau ngelakuinnya & bukan cuman sebab pengen nyenengin aku.”

Kok kau ngomongnya gitu sich, Sayang. Jika Anggrek mau ngelakuin yach sebab Anggrek sayang sama kau & Anggrek cuman mau kau ngerasain senang cuman dari Anggrek seorang & bukan dari orang lain.”

Anggrek tak lagi menunggu jawaban saya, tetapi segera menyambar mulut aku & melumat bibir aku dengan penuh nafsu. Ternyata Anggrek seorang ‘Quick Learner’ sebab ciuman, lumatan & hisapan lidahnya di dalam mulut aku begitu merangsang & aku tak sanggup untuk menunggu lebih lama lagi. Tangan Anggrek aku raih & aku letakkan di toket saya. Anggrek mengerti maksud saya.

Sambil menghisap lidah saya, Anggrek mulai meremas toket aku & memainkan kedua puting aku bergantian.

Uughh.. ach.. Sayang, please..! Bite my nipples, please..!”

Anggrek segera menurunkan mulutnya untuk kemudian melumat puting toket aku yang sudah benar-benar mengeras.

Ach.. Sayang, oh ya Sayang..!” kata-kata itu berulang kali aku ucapkan ketika mulut Anggrek mulai menjilati & menghisap dalam puting toket aku bergantian dengan gigitan-gigitannya. selesai cerita sex lesbi terbaru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*