Cerita Sex Para Memek digilir

Cerita Sex Ini Berjudul ”Cerita Sex Para Memek digilir” Cerita Mesum Terbaru, Cerita Ngentot Hot, Cerita Mesum Nyata, Cerita Sex ABG, Cerita Tante Sange, Cerita Pemerkosaan, Cerita Sedarah Panas.  Susanty dan Grace adalah dua orang karyawati perusahaan futures trading yang sama-sama punya pekerjaan sampingan sebagai call girl di kelompok Bram. Mereka selalu bersaing dalam segala hal, entah di kantor entah di pekerjaan sampingannya.

Susanty tingginya 164 cm dengan berat 56 kg, pinggulnya lebih besar dari Grace, begitu pula ukuran payudaranya yang 34B, sedangkan Grace yang tingginya 165 cm memang lebih kurus karena beratnya hanya 48 kg. Payudaranya pun lebih mungil, ukuran 32B.

Cerita Dewasa Para Memek digilir

cerita sex ngentot 2017, cerita ngentot terbaru 2017, cerita orang ngentot 2017, kumpulan cerita ngentot 2017, ngentot cerita 2017, cerita hot ngentot 2017, cerita nyata ngentot 2017, koleksi cerita ngentot 2017, cerita ngentot baru 2017, kumpulan cerita ngentot terbaru 2017, cerita sex three some 2017, cerita gangbang hot 2017, cerita bokep terlengkap 2017, cerita cerita sange 2017, cerita ngentub 2017, cerita baru panas 2017, cerita 3 some 2017, cerita thresome 2017, cerita tresome 2017

 

cerita sex ngentot 2017, cerita ngentot terbaru 2017, cerita orang ngentot 2017, kumpulan cerita ngentot 2017, ngentot cerita 2017, cerita hot ngentot 2017, cerita nyata ngentot 2017, koleksi cerita ngentot 2017, cerita ngentot baru 2017, kumpulan cerita ngentot terbaru 2017, cerita sex three some 2017, cerita gangbang hot 2017, cerita bokep terlengkap 2017, cerita cerita sange 2017, cerita ngentub 2017, cerita baru panas 2017, cerita 3 some 2017, cerita thresome 2017, cerita tresome 2017

 

cerita sex ngentot 2017, cerita ngentot terbaru 2017, cerita orang ngentot 2017, kumpulan cerita ngentot 2017, ngentot cerita 2017, cerita hot ngentot 2017, cerita nyata ngentot 2017, koleksi cerita ngentot 2017, cerita ngentot baru 2017, kumpulan cerita ngentot terbaru 2017, cerita sex three some 2017, cerita gangbang hot 2017, cerita bokep terlengkap 2017, cerita cerita sange 2017, cerita ngentub 2017, cerita baru panas 2017, cerita 3 some 2017, cerita thresome 2017, cerita tresome 2017

 

cerita sex ngentot 2017, cerita ngentot terbaru 2017, cerita orang ngentot 2017, kumpulan cerita ngentot 2017, ngentot cerita 2017, cerita hot ngentot 2017, cerita nyata ngentot 2017, koleksi cerita ngentot 2017, cerita ngentot baru 2017, kumpulan cerita ngentot terbaru 2017, cerita sex three some 2017, cerita gangbang hot 2017, cerita bokep terlengkap 2017, cerita cerita sange 2017, cerita ngentub 2017, cerita baru panas 2017, cerita 3 some 2017, cerita thresome 2017, cerita tresome 2017
Cerita Sex Para Memek digilir

Sudah lama Susanty yang memang agak licik itu berniat mengerjai Grace. Dia memikirkan suatu rencana sampai akhirnya dia menghadap Bram dan mengutarakan maksudnya itu.

Akhirnya hari yang ditunggu-tunggu itu tiba……. Suatu pagi Grace, Susanty dan Bram berkumpul di sebuah café hotel, di situ Susanty menyampaikan tantangannya.

Grace, bosen nih seks kita cuma gini-gini aja……. gimana kalo kita bikin pertandingan? Yang kalah dikasih hukuman. Biar seru gitu lho!” kata Susanty

Pertandingan apa nih?” tanya Grace.

Gini……kita bertanding banyak-banyakan nyepong anak buahnya Bram. Kita batesin waktunya satu jam aja. Nah dalam satu jam itu kita liat siapa yang paling banyak bisa nyepong. Inget lho…..nyepong, bukan sekedar ngisep; jadi kita mem-blow job penis-penis mereka ampe keluar spermanya, yang gak boleh dibuang sedikit pun, harus ditelen semuanya.

Yang spermanya ampe netes ke lantai dinyatakan gugur and langsung kalah. Biar seru, tangan kita diikat ke belakang, jadi murni nyepong pake mulut gak dibantu kocokan tangan. Pakaian kudu lengkap and gak boleh ampe ngerangsang mereka, gak boleh pake yang ketat apalagi ampe pake yang transparan. Pokoknya murni kita adu siapa mulut yang paling hot di antara kita. Setelah satu jam, yang paling banyak nyepong dia yang menang”

Boleh juga tuh…….. trus yang kalah hukumannya apa?”
Nah…… yang kalah kudu ngelayanin cowok-cowok yang jumlahnya ditentuin ama Bram. Yang menang sih boleh kencan ama Bram, hi hi hi…
…”
Boleh juga…….boleh juga………..” Grace terlihat tertarik.

Gimana, Bram?” tanya Susanty.

Gua bisa sediain 20 cowok buat pertandingan ini. Gimana kalo yang kalah jadi bintang pesta seks? Usai pertandingan dia diwajibkan melayani 20 orang, trus seminggu berikutnya kudu siap digilir atau di-gangbang setiap malamnya. Dan dia gak boleh nolak berapa dan siapa pun juga yang minta dilayani, termasuk macam-macam dan variasi gayanya.”

Ih……geuleuh……..” kata Grace sambil tersipu.

Eh, Bram, kalo yang kalah belon seminggu itu udah kecapekan gimana? Boleh dong minta istirahat? Capek kan kalo di-gangbang?” tanya Grace lagi.

Gua yang tentuin istirahatnya kapan. Tapi jangan kuatir, gua tau kemampuan seks kalian, jadi ntar gua aturin supaya gak setiap saat ada gangbang, bisa juga suatu waktu bergiliran sampe beberapa orang, baru berikutnya gangbang. Pokoknya kalo pas jam “tugas”, ya gak boleh nolak!” tegas Bram.
Kalo nekat nolak juga………” pancing Susanty.

Pokoknya harus mau! Terserah, mau melayani dengan sukarela atau mau diperkosa” jawab Bram sambil tersenyum.

Gua sih hayu aja……..berani gak Grace? Atau elu takut?” tantang Susanty

Ih! Siapa takut? Paling juga elu yang kalah”

Jangan yakin dulu…..kita liat nanti” jawab Susanty sambil senyum-senyum.

Akhirnya hari pertandingan yang ditunggu-tunggu tiba. Mereka semua berkumpul di ruang tengah sebuah villa besar dengan banyak kamar milik Bram. Ada 20 orang pria yang sudah telanjang dengan penis yang ukurannya rata-rata besar, dengan diameter sekitar 3 cm dan panjang sekitar 18 cm, meski tentu tidak sebesar Bram yang turunan Arab, yang memiliki ukuran penis “alamak”, dengan diameter sekitar 5 cm dan panjang sekitar 25 cm.
Grace memakai kemeja putih dan celana panjang kain warna hitam. Susanty mengenakan rok dan blazer biru tua yang dipadu dengan kemeja biru bergaris-garis. Bram yang masih mengenakan pakaian lengkap juga ikut hadir.

Di ruangan itu terdapat dua sofa yang ditaruh bersebelahan dengan jarak sekitar 2 meter, dengan demikian baik Grace maupun Susanty dapat ikut menghitung hasil dari lawannya. Pengundian pun sudah dilakukan sehingga baik Grace maupun Susanty mendapat jatah pria secara acak.
Namun di luar sepengetahuan Grace, Susanty sudah mengatur rencana licik untuk mengalahkan Grace. Bersama dengan Bram dan anak buahnya ia sudah mengatur rencana. Mereka sepakat mengerjai Grace, para pria yang disepong oleh Grace akan berusaha menahan-nahan nafsu selama mungkin sebelum sperma mereka akhirnya keluar, sedangkan pria yang disepong oleh Susanty akan mengusahakan agar mereka secepatnya berejakulasi.

Dengan demikian jumlah yang disepong Susanty bisa lebih banyak dari yang disepong Grace. Rencana licik “di balik layar” ini harus dibayar Susanty dengan seksnya. Ia bukan hanya harus membayarnya dengan melayani kedua puluh pria itu kelak, tapi juga harus melayani Bram berikut tamu-tamunya.

Kalau dihitung-hitung ia malah harus melayani lebih banyak pria dibandingkan Grace, tapi memang harga sebuah gengsi untuk “menjatuhkan” Grace bagi Susanty adalah harga yang tak bisa ditawar lagi.

Pukul delapan pagi pertandingan itu dimulai. Grace mulai menyepong Rud sedangkan Susanty menyepong Fay. Bram yang jadi juri menyaksikan di antara kedua sofa. Masing-masing gadis itu menyepong segiat mungkin.

Susanty yang mengandalkan gaya hisap dari pangkal sampai ujung dengan gerakan cepat memaju mundurkan kepalanya. Grace tak mau kalah, dengan keahliannya ber-“deep throat” ia juga memaju mundurkan kepalanya.

Kedua tangan mereka diikat ke belakang punggung sementara mereka menyepong partnernya dengan posisi berlutut. Pria yang penisnya sedang disepong diperkenankan memegang kepala penyepongnya ataupun meremas-remas payudaranya. Tapi mereka tidak diperkenankan melucuti pakaian kedua gadis itu.

Setelah 7 menit Fay melenguh dengan keras ketika spermanya menyembur dalam mulut Susanty. Tanpa ragu Susanty menghisap sperma Fay sampai habis, tak lupa menjilati penisnya agar bersih kembali.

Sementara itu Grace masih sibuk mem-blow job Rud yang kelihatannya sangat kuat menahan agar ia tak cepat-cepat berejakulasi. Baru setelah 9 menit berusaha keras, mulut Grace mendapat semprotan sperma Rud. Sebetulnya Grace kurang suka rasa sperma yang agak amis, tapi demi gengsi ia mau saja mengikuti pertandingan ini.

Grace kelihatan agak kewalahan menelan sperma Rud. Peraturan pertandingan ini memang mengharuskan tiap gadis membersihkan penis partnernya dari seluruh sisa sperma sebelum mem-blow job pria giliran berikutnya.

Lima puluh menit sudah berlalu, Susanty sudah menyepong tujuh ketika mulut Grace diisi oleh semburan sperma Lei yang mendapat giliran kelima disepong Grace. Grace tampak panik. Ia hendak cepat-cepat menyudahi sepongannya terhadap Lei dan segera beralih ke giliran keenam, tapi sperma Lei yang begitu banyak membuatnya sibuk menelan semuanya.

Dengan susah payah sperma yang kental itu bisa dihabiskannya, tetapi sementara Grace mulai menyepong partnernya yang keenam, Susanty sudah asyik menyepong prianya yang kedelapan. Grace yang menyadari bahwa ia semakin dekat pada kekalahan semakin panik. Selama sepuluh menit berikutnya ia memaju mundurkan kepalanya dengan lebih giat sementara hisapannya makin kuat.

Deep throat-nya makin menjadi-jadi. Tapi tidak meleset dari rencana Susanty, pada akhirnya Grace kalah juga. Dalam satu jam ia hanya bisa menyepong enam pria sedangkan Susanty sembilan.

Grace yang tampak be te terpaksa mengakui kekalahannya sementara para pria itu bersorak girang membayangkan seminggu ini setiap malam mereka boleh meminta pelayanan seks apa saja ke Grace. Dalam hatinya Grace sangat jengkel dan bertanya-tanya apakah ia memang kalah jago dari Susanty dalam hal blow job.

Belum sempat dia memikirkannya lama-lama, sepasang tangan kekar kembali merengkuh kepala Grace ke arah selangkangannya, rupanya Ron yang belon kena giliran minta disepong juga. Lima orang pria sisanya yang belum sempat kena giliran disepong akhirnya disepong oleh Grace dengan disuiti dan disoraki oleh yang lainnya.

Setelah dibuka ikatan tangannya, Grace dituntun ke ruangan lain untuk mulai dikerjai, sedangkan Susanty ditinggal sendiri.

Grace dibawa ke sebuah kamar dengan ranjang besar di dalamnya. Dalam hatinya ia terus mengutuki nasib sialnya, kalah secara memalukan dari saingannya.

Nah Grace, hari pertama ini elu boleh milih, mau jadi bintang pesta seks kaya apa, mau digilir satu-satu atau mau dikeroyok?” tanya Bram sambil tersenyum.

Emang gimana?” tanya Grace lesu.

Kalo satu-satu ya ngelayaninnya giliran. Elu ngelayanin satu orang sampe dia puas baru yang berikutnya masuk. Kalo dikeroyok ya di-gangbang, posisinya terserah mereka” kata Bram.

Aduh……gimana ya …..?”

Gini aja deh, di hari pertama ini gua yang tentuin, hari berikutnya terserah tamu-tamu elu. Sekarang elu digilir aja dulu, baru gangbang. Ayo teman-teman….. undi lagi! Kita batasin aja, yang boleh ngegilir Grace 8 orang, sisanya ntar ngeroyok dia!” kata Bram.

Grace dengan sebal hanya bisa menatap mereka mengantri dirinya, tanpa berkata apa-apa.

Nah Grace, gua tinggal ya….. selamat bersenang-senang!” kata Bram sambil ngeloyor pergi.

Setelah acara pengundian selesai, keluarlah para pria itu, meninggalkan Grace bersama Rud yang mendapat giliran pertama. Tanpa buang waktu Rud duduk di tepi ranjang lalu merengkuh kepala Grace ke arah selangkangannya.

Tanpa disuruh pun Grace tau tugasnya. Ia menghisap penis Rud dengan gaya yang merupakan keahliannya, deep throat. Grace yang dikenal jago dengan gaya ini dalam waktu tidak terlalu lama membuat Rud merem melek keenakan. Setelah dirasanya cukup, Rud menarik kepala Grace dan memberi isyarat agar Grace berbaring di ranjang.

Rud mulai melucuti celana panjang dan selana dalam Grace. Grace yang kaget tidak sempat mencegah kepala Rud yang mengarah ke selangkangan Grace, utnuk kemudian menciumi dan menjilati vaginanya. Grace hanya bisa mengerang nikmat. Rud terus menggarap vagina Grace sampai ketika Grace hendak mencapai klimaks, tiba-tiba ia berhenti.

Belum sempat Grace bereaksi Rud sudah menindihnya dan mulai memasukkan penisnya yang besar ke vagina Grace. Rupanya Rud menganut seks yang cepat dan liar. Tanpa buang waktu ia segera memompa Grace sementara kedua tangannya merentangkan tangan Grace lebar-lebar ke samping.

Gayanya mirip seorang pemerkosa yang haus akan seks korbannya. Sebagai seorang pelacur high class, Grace berusaha untuk tidak secara seksual tergantung pada tamu-tamunya. Ia selalu berusaha untuk tidak orgasme saat melayani tamu-tamunya. Tujuannya jelas, agar ia tidak kecapekan. Kalau kecapekan, ia hanya akan jadi bulan-bulanan para pria itu.

Namun dengan kelompok Bram rupanya hal itu sulit ia terapkan. Dengan Rud ini saja ia tidak tahan. Grace harus mengakui kalo Rud jago bercinta. Pria itu tau di mana titik-titik di tubuh Grace yang bisa membangkitkan birahinya, belum lagi gaya bercintanya yang liar menantang.

Grace yang mulanya berusaha agar tidak terhanyut dalam hubungan seksnya dengan Rud sedikit demi sedikit toh terhanyut juga. Nafsunya perlahan tapi pasti kian membara, gejolak gairahnya semakin naik.

Tapi selain ganas dan liar Rud juga pintar mengatur irama, begitu dirasakannya Grace hendak mencapai orgasme, ia segera menghentikan gerakannya. Penisnya dibiarkan terbenam dalam vagina Grace. Ini membuat Grace semakin penasaran dan menggeliat-geliat sambil merintih minta dipuaskan.

Sambil tersenyum Rud yang sedari tadi menciumi payudara Grace dari balik baju yang belum terlepas, meminta Grace membuka bajunya dengan erotis. Ia melepaskan tangan Grace yang sedari tadi direntangkannya, mempersilahkan gadis itu memulai aksinya. Grace yang sudah tidak tahan ingin mencapai klimaks menuruti permintaan pria itu. Dibukanya kancing kemejanya satu demi satu dengan gaya yang erotis. Kemudian ia menaikkan punggungnya sedikit, membusungkan dadanya dengan gaya yang mengundang sambil kedua tangannya membuka kaitan bra putih transparan yang membungkus payudara mungilnya.

Rud dengan penuh nafsu menatap bukit kembar mungil yang kencang dan padat itu. Kaitan bra itu sudah dilepas oleh Grace tapi belum sempat ia menarik kedua tangannya dari balik punggungnya, Rud sudah menindih tubuh mungil Grace, menekannya ke ranjang dengan penuh nafsu.

Kedua tangan Grace menjadi terjepit di balik punggungnya. Dengan ganas Rud menciumi payudara Grace dari balik bra transparannya, lalu dengan sekali sentak melorotlah bra itu dari payudaranya, yang langsung disantap Rud dengan penuh nafsunya.

Kembali Rud memompa Grace, kali ini mulutnya sibuk menggarap kedua payudara gadis itu. Grace hanya bisa pasrah dan menggelinjang-gelinjang karena nafsunya pun semakin membara. Setelah kira-kira setengah jam bermain seks, Rud mencapai orgasmenya dengan menyemburkan spermanya ke vagina Grace. Bersamaan dengan itu Grace yang nafsunya sudah di awang-awang itu pun mencapai orgasmenya ketika dirasakannya semburan lembut dalam vaginanya. Mereka berdua berbaring terengah-engah kelelahan.

Tak lama kemudian Rud bangkit dari ranjang, diikuti Grace. Ketika Rud hendak keluar kamar, Grace menahannya, memintanya menunggu sebentar sementara Grace memakai kembali pakaiannya. Berdasarkan pengalamannya Grace tau bahwa wanita yang memakai pakaian yang merangsang lebih menarik dan membuat penasaran daripada wanita yang belum apa-apa sudah telanjang.

Tujuannya jelas, supaya pria yang akan menggaulinya lebih “on” sehingga diharapkan bisa lebih cepat selesai. Untuk itulah Grace memakai pakaiannya dengan sedemikian rupa sehingga yang melihatnya bisa langsung terangsang.

Dua kancing atas kemeja dan retsleting celananya dibiarkan terbuka sementara rambutnya dibiarkan agak acak-acakan. Rud tentu saja tidak keberatan menunggu karena sementara proses itu Grace kembali mengulum penisnya. Ketika Grace selesai berpakaian, Rud sudah hampir orgasme lagi karena sepongan Grace. Setelah Rud selesai diblow job lagi, dengan lemas ia bangkit dan beranjak ke pintu.

Tanpa sela waktu, berikutnya muncul Ali yang masuk ke kamar itu dengan penis sudah teracung tegak. Kembali Grace diminta untuk menghisap penisnya dulu sebagai menu pembuka alias foreplay, namun kali ini Grace tidak merasakan jilatan vagina seperti waktu rone pertama tadi. Mungkin Ali merasa agak jijik dan sungkan mencicipi vagina gadis itu yang sudah bekas pakai Rud.

Sebaliknya Ali yang berbaring di ranjang dan meminta Grace melakukan gaya “woman on top”. Bagi Grace ini tentu saja menyenangkan karena dia tau dia bisa mengontrol irama agar dirinya tidak terhanyut. Tapi setelah 15 menit bercinta Ali tidak melihat tanda-tanda Grace akan orgasme, ia meminta Grace untuk berganti posisi, kali ini Grace yang di bawah.

Grace hanya bisa pasrah. Benar saja, ketakutannya terbukti ketika Ali mulai mengatur irama sedemikian rupa sehingga Grace ikut terhanyut. Pelepasan baju dan bra dengan gaya yang erotis tak juga membuat Ali orgasme duluan, sehingga akhirnya mereka berdua mencapai klimaks bersama. Ali menggauli Grace selama kurang lebih 40 menit, sebelum akhirnya Grace kembali memblow job Ali sambil memakai kembali pakaiannya.

Ron masuk ke kamar setelah Ali keluar. Tanpa banyak ba bi bu ia memberi isyarat agar Grace menungging ke arah ranjang. Dengan agak kasar ia memelorotkan celana Grace. Rupanya Ron ingin ngeseks dengan gaya doggy. Penisnya yang sudah tegang dengan gampang memasuki vagina Grace yang masih terisi sperma 2 pria sebelumnya.

Sisa sperma tersebut seolah menjadi pelumas bagi penis Ron. Tapi meski begitu karena lubang vagina Grace memang kecil, terasa oleh Ron bahwa penisnya dijepit dengan rasa nikmat yang amat sangat. Ia memompa Grace dengan penuh nafsu. Tangannya meraba dan meremas-remas payudara Grace yang masih terbungkus pakaian dan bra.

Sambil terus memompa, Ron melucuti kemeja Grace dan membuka bra-nya. Tangannya makin ganas meremas payudara Grace sambil sesekali memilin-milin puting susunya. Tubuh Grace tersentak-sentak karena pompaan Ron, badannya menggelepar-gelepar menahan nikmat. Ron terus memompa dan memompa, 20 menit telah berlalu hingga ketika dirasakannya ia hendak ejakulasi, dicabutnya penisnya dari vagina Grace. Tangannya yang kekar membalikkan badan Grace dan menyuruhnya berlutut.

Ron segera menyodorkan penisnya ke mulut Grace dan menjejalkan penis itu ke mulut mungil gadis itu. Grace yang gelagapan terpaksa langsung menerimanya. Ia segera memaju-mundurkan kepalanya, menggunakan mulutnya untuk mengocok penis Ron.

Hanya beberapa saat kemudian, jebollah pertahanan Ron. Penisnya menyemburkan sperma ke mulut Grace, yang langsung menelannya. Rupanya Ron lebih suka melihat Grace mengulum penisnya dan menelan spermanya. Sambil tersenyum puas, Ron keluar ruangan sementara Grace buru-buru memakai kembali bra dan kemejanya.

Lei mengambil giliran berikutnya. Lei yang sudah dalam keadaan telanjang itu meminta Grace untuk bercinta dengan gaya duduk. Grace menaiki pangkuan Lei sambil berusaha memasukkan penis pria itu ke vaginanya. Setelah masuk semua, barualah ia menaikturunkan tubuhnya memompa penis Lei. Grace duduk menghadap Lei yang mulai melucuti pakaiannya dan merenggut bra-nya.

Mulut Lei dengan rakus menghisap puting payudara Grace bergantian kiri dan kanan. Karena Grace yang di atas, ia leluasa memainkan irama genjotannya dengan harapan agar Lei cepat ejakulasi. Tapi harapan tinggal harapan. Grace yang berusaha keras seerotis mungkin menggenjot penis Lei tampaknya tidak berhasil membuat Lei cepat ejakulasi.

35 menit berlalu Lei masih tampak tenang-tenang saja. Irama pompaan Grace mulai tidak beraturan karena ia mulai kelelahan. Grace mulai kelabakan. Grace yang ingin segera menyudahi ronde ini mempercepat genjotannya. Ia menaikturunkan tubuhnya lebih cepat, sementara vaginanya makin menjepit penis Lei, direngkuhnya kepala Lei dan erat didekap di antara kedua payudaranya.

Tak lama kemudian terdengar suara Lei menggeram, penisnya menyemburkan sperma ke dalam vagina Grace. Grace yang merasakan semburan hangat sperma Lei menggelinjang dan terduduk lemas di atas pangkuan Lei. Nafas mereka berdua memburu terengah-engah. Setelah menunggu beberapa saat sampai nafasnya teratur kembali, Grace bangkit dari pangkuan Lei, sementara Lei menuju pintu keluar, sementara Grace buru-buru merapikan pakaiannya.

Zul yang menggantikan Lei masuk dan langsung meminta Grace untuk juga duduk di pangkuannya. Grace yang menginginkan variasi kali ini duduk membelakangi Zul. Dimasukkannya penis Zul sampai amblas masuk dalam-dalam ke vaginanya. Dengan vaginanya Grace menjepit erat penis Zul dan membuat Zul langsung”on”.

Tangan-tangan kekar Zul meraba-raba payudara Grace yang masih terbungkus pakaian yang mulai lecek. Tak sabar ia melucuti pakaian Grace dan memelorotkan bra-nya. Di remas-remasnya payudara Grace, dipilin-pilinnya putingnya sementara Grace sibuk menaikturunkan tubuhnya menggenjot laki-laki kelima yang menggaulinya hari itu.

Mulut Zul dengan liar menciumi dan menyupang leher Grace. Kali ini Grace mencoba taktik yang berbeda dengan yang diterapkannya pada Lei tadi. Ia menggenjot sambil menggoyang-goyangkan pinggulnya erotis kiri-kanan, kiri-kanan. Tapi rupanya stamina Zul tak kalah dengan Lei. Baru setelah dipompa selama kira-kira setengah jam, penis Zul mengeluarkan hajatnya. Berbeda dengan pria sebelumnya, kali ini Zul tak berlama-lama memangku Grace begitu selesai.

Ia mendorong tubuh Grace, lalu menekan pundaknya ke bawah, diarahkannya kepala Grace menghadap selangkangannya. Grace yang memahami maksud Zul segera mengulum penis itu, yang masih berlumuran cairan vaginanya sendiri bercampur dengan penis Zul dan pria-pria lain yang sebelumnya menggauli Grace.

Penis itu dihisap-hisap dan “digarap” kembali sampai Zul kembali ejakulasi meski dengan sperma yang jauh lebih sedikit. Zul yang lemas dan nyaris tak bisa berdiri saking puasnya berjalan gontai keluar ruangan. Rasanya seluruh isi zakarnya sudah dihisap habis oleh Grace.

Ton adalah pria berikutnya yang masuk kamar itu sambil telanjang dengan penis sudah mengacung tegak. Rupa-rupanya tanpa disadari oleh Grace di kamar lain para pria itu menonton aksi Grace yang terekam secara sembunyi-sembunyi dari tiga spy camera yang ada di kamar tersebut, satu dipasang di dudukan lampu di atas ranjang, dua lagi masing-masing dari sisi kamar dan saling berseberangan.

Tak heran tiap pria yang masuk sedari tadi penisnya sudah menegang, mereka menyaksikan Grace yang menjadi piala bergilir dengan segala aksi erotisnya. Kalau tahu dirinya ditonton seperti itu, tentu Grace takkan mau bergaya seerotis sekarang.

Ton memulai foreplay-nya dengan menciumi wajah dan leher Grace yang jenjang. Pelan tapi pasti Grace didorong kembali ke arah ranjang. Dimintanya Grace untuk foreplay dengan gaya 69, wajah Ton tenggelam dalam vagina Grace yang sudah basah oleh sperma bercampur cairan vaginanya, sementara mulut Grace menghadapi penis Ton yang langsung dikulumnya.

Dengan tanpa rasa jijik Ton melahap vagina Grace, membuat Grace merem melek keenakan sambil mulutnya maikin giat mengemut penis Ton. Setelah ber-sixty nine selama seperempat jam, Ton meminta Grace terlentang, dan langsung saja Ton dengan penisnya mempenetrasi vagina Grace. Dengan gayanya yang khas Ton menggenjot Grace dengan brutal.

Penisnya seolah bor yang mengebor vagina Grace sambil bergerak kiri-kanan dan atas-bawah, membuat klitoris dan G-spot Grace seolah “tersapu” oleh penis itu. Grace yang merasa keenakan menggeliat-geliat liar, tangannya merengkuh kepala Ton agar lebih rapat ke dadanya yang sudah terpampang bebas karena sebelumnya Ton sudah melucuti pakaian dan bra-nya.

Lewat 20-an menit barulah Ton ejakulasi, berbarengan dengan orgasme Grace yang sudah entah ke sekian kalinya hari itu. Ton tengkurap menindih Grace beberapa saat sambil mengatur nafasnya, sebelujm ia mencabut penisnya dari vagina Grace dan keluar kamar itu, membiarkan Grace yang masih tergeletak tersengal-sengal capek.

Ton digantikan oleh Jon yang memutuskan untuk ngeseks dengan gaya yang berbeda. Ia menarik Grace yang baru selesai menata pakaian yang dikenakannya. Jon memepetkan tubuh Grace ke dinding kamar dengan tubuhnya yang besar, lalu memasukkan penisnya ke vagina Grace. Diangkatnya kaki kiri Grace dan disampirkannya kaki itu ke pundaknya. Jon mulai menggenjot Grace yang tentu saja kini kewalahan karena ia kini harus bersenggama sambil berdiri di atas satu kaki.

Jon tak juga orgasme meski hampir 20 menit ia menggenjot Grace. Tapi ia tahu kaki Grace mulai kram karena kelamaan berdiri dengan satu kaki, maka Jon menurunkan kaki kiri Grace dan ganti menyampirkan kaki kanan Grace ke pundaknya. Posisi kali ini tak berlangsung lama sebab Jon pun sudah kebelet. Ia melenguh sambil memuncratkan sperma dari penisnya.

Grace gelagapan merasakan vaginanya kembali disemprot sperma sementara ia masih berdiri dengan satu kaki. Ketika kakinya diturunkan dari pundak Jon, Grace hanya bisamelorot ke bawah, tersimpuh sambil tetap bersandar ke dinding.

Posisi itu dipandang ideal oleh Jon yang langsung menyodorkan penisnya ke wajah Grace sambil meminta Grace membersihkan dan mengulum penisnya. Dengan jilatan-jilatan lihainya Grace menjilati penis Jon lalu mengulumnya sampai Jon ejakulasi lagi. Sambil nyengir puas jon keluar kamar.

Belum sempat Grace merapikan pakaiannya, masuk Fay yang langsung “menerkam” Grace dan merebahkannya ke ranjang. Grace yang belum sempat mengambil nafas terpaksa menurut, vaginanya kembali dimasuki penis pria berukuran besar. Fay yang sudah sangat bernafsu itu menggenjot Grace dengan cepat.

Gaya bersenggamanya yang menghunjam dan menghentak-hentak makin membuat Grace lemas. Tanpa iba Fay melampiaskan nafsunya pada Grace. Daerah payudara dan leher Grace sampai memerah akibat cupangan Fay yang penuh nafsu.

Sial bagi Grace, rupanya para pria bejat itu sudah mengatur bahwa Fay-lah yang mendapat giliran terakhir di session pertama ini. Fay punya stamina yang luar biasa, boleh dikata menyaingi Bram. Hampir satu jam Fay memperkosa Grace dengan berbagai gaya tapi belum ada tanda-tanda ia akan selesai.

Ketika Grace kembali ditelentangkan setelah sebelumnya dipaksa mengikuti gaya-gaya liar Fay, Grace sudah lemas dan lelah. Yang diinginkannya adalah bahwa ini semua cepat selesai. Ia bergidik membayangkan masih ada 12 orang pria lain yang menunggu giliran untuk selanjutnya mengeroyoknya.

Kira-kira satu jam lewat 15 menit barulah Fay mencapai puncaknya. Disemburkannya sperma dari penisnya ke dalam vagina Grace. Grace hanya bisa menggeliat-geliat lemah. Dalam hatinya ia mengutuki nasibnya yang harus kalah dari Susanty sehingga ia harus menjadi camilan bergilir para pria itu. Seandainya saja Grace tahu harga yang harus dibayar Susanty untuk gengsinya itu, Grace takkan menyesal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*